Juventus dan Barcelona Bisa Tolak Gelar secara Prematur ?

Waktumain88.com – Juventus dan Barcelona Bisa Tolak Gelar secara Prematur ? – Gabriele Gravina selaku kepala federasi sepakbola Italia menyatakan jika Juve ‘akan menolak’ dijadikan sebagai juara musim ini. Juve sendiri belum mengeluarkan pernyataan saat perhatian publik masih tersita pada masalah penyebaran virus corona di negara tersebut.

Juventus didikte untuk menolak jadi juara Liga Italia musim ini jika Serie A dihentikan seperti yang dilakukan Liga Belgia.

Kubu polesan Maurizio Sarri sendiri masih berada di pucuk klasemen sementara dengan sisa 12 pertandingan lagi. Pandemi corona virus lantas melumpuhkan gelaran Liga Italia setidaknya untuk sementara sampai tanggal 13 April dan kemungkinan akan diperpanjang.

Pemilik Torino dan Fiorentina menyampaikan jika mereka yakin Liga tidak akan bisa dituntaskan. Hal itu lantas memunculkan wacana gelaran dihentikan dan Juve langsung dapat trofi juara musim ini.

ESPN melaporkan jika Gabriele yakin Cristiano Ronaldo cs akan menolak ide menggoda itu. Ia menilai jika rencana seperti itu malah tidak adil bagi tim-tim lainnya.

Ia menekankan jika Federasi masih menjadikan musim selesai seperti seharusnya. Ide sementara adalah dimulai pada 20 Mei atau di awal bulan Juni untuk target selesai pada bulan Juli. Mereka tidak mau mengikuti langkah gelaran Liga Belgia yang menghentikan gelaran dan langsung memberikan trofi juara pada Club Brugge.

Mirip dengan Juve, kubu Brugge juga berada di puncak klasemen dengan 70 poin. Mereka bahkan unggul 15 poin dari tim tangga 2, KAA Gent. Keputusan stop Liga akan resmi dilakukan saat 24 tim bertemu, namun sebelum pertemuan sudah ada 17 tim yang setuju dengan keputusan tersebut.

Masalah keuangan menjadi dasar tim-tim pendukung setuju dengan keputusan Liga. Dampak penyebaran virus di Belgia tidak kalah dari negara-negara lainnya.

Sementara kubu Juve sendiri di klasemen sementara Serie A sejauh ini terpaut tipis 1 poin dengan tim yang membayangi mereka di tangga kedua, Lazio. Juve (63 poin) dan Lazio (62 poin) bersaing ketat saat sulit disusul oleh tim tangga ketiga, Inter Milan, dengan bekal 54 poin mereka.

Dari la Liga, ada tiga alasan mengapa Barcelona ogah dikukuhkan sebagai juara Liga Spanyol, dengan kompetisi dihentikan lebih awal mengikuti contoh Liga Belgia kemarin.

Liga Belgia hari Jumat (3/4) mengejutkan Eropa dan seluruh dunia dengan keputusan mereka menghentikan liga dengan sisa satu pertandingan, serta mengukuhkan Club Brugge sebagai juaranya. Kini ide serupa muncul di Liga Spanyol. Bagaimana jika liga dihentikan di tengah jalan, dengan 11 pertandingan tersisa sampai akhir musim, dan kemudian gelar juara diberikan kepada Barcelona yang tengah memimpin klasemen?

Ide ini ditolak oleh Blaugrana. Rupanya ada tiga alasan penolakan Barcelona ini. Pertama, ada potensi kehilangan uang sebesar Rp 297 Milyar dari uang tiket laga-laga kandang tersisa di Camp Nou. Alasan kedua adalah, ada uang Rp 2,9 Trilyun dari siaran televisi yang dipertaruhkan Sebagian besar uang itu sudah masuk ke kas Barca, namun masih ada bagian cukup besar, kurang dari satu Trilyun lagi, belum dibayarkan saat musim Liga Spanyol ini terhenti pada pekan pertama Maret 2020.

Alasan ketiga adalah ada duit bonus sebesar Rp 360 Milyar yang akan diterima Lionel Messi dan kawan-kawan selaku pemain skuad utama Barca jika mereka meraih gelar juara Liga Spanyol. Belum jelas apakah bonus akan diberikan jika musim dihentikan di tengah jalan dan gelar juara diberikan kepada tim asuhan Quique Setien tersebut. Kan juara? Ya tapi duit tiket hilang untuk sisa musim. Bonus mau dibayarkan dari mana?

Jadi, sudah jelas bahwa apa pun kondisi dari Liga Spanyol musim ini, entah segera dilanjutkan atau menunggu sampai Juli, Barca dan juga tim lain di kompetisi yang sama, akan menolak untuk mengakhiri musim di tengah jalan seperti yang ditempuh Liga Belgia. UEFA sendiri sudah mendesak para anggotanya untuk menyelesaikan musim di atas lapangan hijau, bukan di ruang rapat. Otoritas bola Eropa itu mengancam, asosiasi bola anggotanya yang tidak menyelesaikan musim secara sepantasnya tidak akan diloloskan ke Liga Champions dan Liga Europa musim depan.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top