Ketum PSSI Tak Izinkan Pelatih Timnas Shin Tae Yong Pulang Kampung

Waktumain88.com –  Ketum PSSI Tak Izinkan Pelatih Timnas Shin Tae Yong Pulang Kampung – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, tidak memberi izin Shin Tae Yong pulang ke Korea Selatan di tengah pandemi virus corona.

Manajer Timnas Indonesia yang baru ditunjuk pada akhir 2019 itu sempat meminta kembali ke negara asal.

“Kemarin [beberapa waktu lalu] sempat minta ke saya untuk pulang dulu [ke Korea Selatan], saya tidak kasih,” kata Iwan Bule kepada CNNIndonesia.com.

Iwan Bule tak memberi izin Shin Tae Yong pulang karena khawatir terhadap kesehatan dan keselamatan mantan pelatih timnas Korea Selatan tersebut.

“Iya, betul,” ucapnya menjawab pertanyaan bahwa larangan pulang dilakukan karena khawatir di Korea Selatan juga tengah mengalami wabah virus corona.

Iwan Bule mengatakan bakal memberi waktu Shin Tae Yong kembali ke Korsel, namun sebelumnya akan ada pembicaraan terlebih dulu di internal PSSI.

Shin Tae Yong resmi menjadi Manajer Timnas Indonesia pada 28 Desember 2019 lalu dan baru mulai menjalankan tugas pada 6 Januari 2020.

Belum genap dua bulan bekerja, mantan pemain timnas Korsel itu tak bisa menjalankan program latihan secara maksimal karena wabah virus corona. Sejumlah program dan agenda Timnas Indonesia senior maupun U-19 dibatalkan untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
PSSI Tak Beri Izin Shin Tae Yong Pulang ke Korea Selatan

Di tengah wabah virus corona yang melanda Indonesia, Shin Tae Yong turut memberikan dukungan semangat bagi paramedis yang menjadi garda terdepan untuk menolong banyak orang dalam situasi seperti saat ini.

“Masyarakat Indonesia sangat berterima kasih dan mendukung, serta memberikan semangat untuk para dokter dan tenaga medis. Tenaga kalian sangat dibutuhkan oleh para penduduk Indonesia, karena pelayanannya saat ini dalam menangani virus corona. Semangat selalu,” ucap Tae Yong seperti dikutip dari situs PSSI.

Sementara Salah satu asisten pelatih asing Timnas Indonesia dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Hal itu diketahui setelah sang asisten pelatih menjalani dua kali rapid test di salah satu rumah sakit di Jakarta, Jumat (3/4).

Tiga asisten pelatih asal Korsel plus pelatih Shin Tae Yong juga menjalani pemeriksaan dan tes virus Corona di rumah sakit tersebut.

Dokter Timnas Indonesia, Syarif Alwi mengatakan bahwa saat ini sang asisten pelatih dalam kondisi baik. Alwi menambahkan pelatih berusia 46 tahun itu akan menjalani tes PCR, SWAB, CT Scan Thorax, cek fungsi hati dan elektrolit pada hari Sabtu (4/4).

“Dia akan melakukan isolasi di sebuah rumah sakit di Jakarta. Ia tidak mengalami gejala-gejala seperti demam, batuk, flu, atau kesulitan bernapas,” kata dokter Syarif Alwi seperti rilis dari PSSI.

“Daya tahan tubuhnya kuat. Dia hanya carrier atau pembawa virus di tubuhnya yang dikhawatirkan bisa menularkan pada seseorang yang memiliki imun tubuh lemah.”

Kepastian ini sekaligus membuat sang asisten pelatih batal pulang ke Korea Selatan. Sementara dengan izin PSSI, manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong bersama dua asisten pelatih asing lainnya sudah bertolak pada Jumat (3/4) malam.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mendoakan agar sang asisten pelatih bisa cepat pulih dan beraktivitas secara normal.

“Saya yakin ia kuat dan tetap dalam motivasi yang tinggi untuk melawan virus Corona. Kami juga telah memberitahukan hal ini kepada pihak Kedutaan besar Korea Selatan di Indonesia,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Iriawan menambahkan sebelumnya sebagai tindakan pencegahan, PSSI telah melaksanakan beberapa prosedur seperti menetapkan protokol bekerja dari rumah (Work From Home) bagi seluruh karyawan PSSI sejak 16 Maret lalu Selain itu melakukan penyemprotan disinfektan di kantor PSSI.

Iriawan menambahkan sebelumnya sebagai tindakan pencegahan, PSSI telah melaksanakan beberapa prosedur seperti menetapkan protokol bekerja dari rumah (Work From Home) bagi seluruh karyawan PSSI sejak 16 Maret lalu Selain itu melakukan penyemprotan disinfektan di kantor PSSI.

PSSI juga sudah meminta pelatih, pemain dan karyawan untuk self monitoring sambil menerapkan kebijakan social and physical distancing.

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top