Luis Milla Bahagia Pernah Tangani Timnas Indonesia

Waktumain88.com – Luis Milla Bahagia Pernah Tangani Timnas Indonesia – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, mengaku tidak pernah menyesal pernah menerima pinangan PSSI untuk membesut Timnas Indonesia. Milla menganggap menjadi pelatih Timnas Indonesia merupakan tantangan tersendiri baginya setelah meraih hasil buruk membesut klub Liga Spanyol, Real Zaragoza.

Menjadi pelatih Timnas Indonesia pada 2017, Luis Milla memang membawa portofolio mengesankan yakni membawa Timnas Spanyol U-21 juara. Namun tak banyak yang tahu jika satu tahun sebelum jadi pembesut skuat Garuda, Milla gagal membawa Real Zaragoza bersinar hingga akhirnya dipecat setelah kalah dalam enam laga.

Namun tak lama menganggur, Luis Milla mendapat tawaran dari PSSI. Dia pun terpilih akhirnya menjadi pelatih Timnas Indonesia.

“Pada akhirnya, saya seorang pelatih. Saya suka dan mendedikasikan hidup saya untuk melatih. Karena itu juga sudah menjadi pekerjaan saya,” ujar Luis Milla dilansir dari perbincangannya dengan BangBes, dalam channel YouTube BangBes.

“Saat itu saya keluar dari situasi sulit di Real Zaragoza. Lalu datang kesempatan yang diberikan PSSI. Mereka terlihat seperti orang yang serius dan perhatian. Mereka mengontak saya. Diskusi dan berkenalan dengan mereka.”

“Mereka ingin mengenal saya dan mengetahui ide saya. Wawancara berlangsung sangat baik dan sangat positif akhinya saya dipilih untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia,” imbuh Luis Milla.

Meski akhirnya Luis Milla hanya bertahan selama 1,5 tahun, mantan pemain Real Madrid itu mengaku tidak menyesal menjadi pelatih Timnas Indonesia. Bahkan dia mengaku bahagia akan pilihannya ia menerima pinangan PSSI.

“Sejujurnya saya tidak menyesal dengan keputusan melatih Timnas Indonesia saat itu. Selalu saya katakan saya bahagia dengan pilihan saya dan semua berjalan baik,” tutup Luis Milla.

Sementara nama Febri Hariyadi semakin mencuat sejak Indonesia kedatangan Luis Milla, juru taktik timnas. Di tangan Milla, Febri menjadi andalan timnas U-23 di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Bahkan, Febri disebut Milla sebagai pemain yang paling berkembang dibandingkan pemain lainnya selama timnas.

Hingga kini, pemain dengan panggilan akrab Bow itu menjadi langganan timnas dan memiliki peran penting di klubnya, Persib.

Tapi, sebelum mencapai titik gemilang saat ini, Febri pernah mengalami masa-masa sulit. Ia selalu gagal menembus timnas junior, U-13 sampai U-19.

Pertama kali menapaki level timnas, Febri ambil bagian di timnas U-13. Tapi saat itu ia tercoret.

Ada pun selanjutnya ia masuk level timnas tapi bukan yang utama.

“Alhamdulillah masuk timnas pelajar U-15 setelah U-13 di coret. Saat itu bareng David Maulana, Ilham Udin Armyin, dan Awan Setho. Ada lagi U-19 yang Coach Indra (Sjafri) pelatihnya saya dicoret,” tutur Febri di channel youtube Hanif & Rendy Show.

Setelah itu sebenarya Febri masuk timnas U-19, tapi U-19 B. Tim besutan Ruddy Keltjes itu menjadi perwakilan Indonesia di Piala AFF U-19 Prepatory 2014. Sementara timnas U-19 utama yang diisi Evan Dimas dkk. mengikuti ajang lain.

Meski kerap tercoret dari timnas, Febri mengaku tak pernah merasa drop.

“Motivasi diri sendiri sehingga ada greget. Bangunkan hati agar harus lebih kerja keras lagi,” kata pemain berusia 24 tahun itu.

“Waktu itu ke coret, dari situ Bow (berpikir) masih kurang apa. Mungkin dari latihan ada cara belajarnya (yang salah). Jadi intropeksi diri. Hingga akhirnya masuk timnas zamannya Coach Luis,” ucapnya lagi.

 

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top