Luis Milla Bandingkan Kualitas Sepakbola Eropa dan Asia

Waktumain88.com – Luis Milla Bandingkan Kualitas Sepakbola Eropa dan Asia – Eks pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, bicara panjang lebar dengan media AS di Spanyol. Salah satunya tentang kualitas sepakbola Asia.

Luis Milla bicara hal itu dalam kapasitasnya sebagai pelatih yang pernah berkarier di Asia, yakni melatih Al-Jazira asal Uni Emirat Arab (UEA) dan Timnas Indonesia.

Tak ada gelar yang bisa ia persembahkan buat Al-Jazira dan Timnas Indonesia. Padahal Luis Milla punya reputasi yang cukup baik sebagai pelatih sebelum berkarier di UEA dan Indonesia.

Dia pernah mengantar Timnas Spanyol U-21 juara Piala Eropa U-21 2011. Timnas Spanyol U-21 asuhan Luis Milla diperkuat pemain-pemain yang kini menjadi bintang di Eropa; David de Gea, César Azpilicueta, Juan Mata, hingga Thiago Alcantara.

Sebagai pemain, karier Luis Milla bahkan lebih mengilap lagi. Ia adalah salah satu dari sedikit pemain yang pernah memperkuat Barcelona dan Real Madrid.

Nyatanya semua pengalaman itu tak menjamin kesuksesan buatnya dalam berkarier di Asia. Ada beberapa kekurangan yang dimiliki sepakbola Asia yang kerap menjadi hambatan untuk sukses.

“Sepakbola Asia sangat jauh kualitasnya dibanding dengan Eropa. Benar kalau ada anggapan sepakbola Asia punya beberapa perbedaan level,” kata Luis Milla, dikutip dari AS.

“Saat ini mereka sudah di jalur yang tepat (ke arah yang lebih baik), tapi kecepatannya berbeda-beda. Satu hal yang paling penting adalah memilih pelatih yang tepat untuk gaya sepakbola mereka,” ujarnya menambahkan.

Pelatih berusia 54 tahun itu menandatangani kontrak dua tahun dari PSSI pada Januari 2017. Banyak tantangan yang ia hadapi selama melatih Pasukan Garuda.

Ia datang di periode tersulit Timnas Indonesia yang belum lama bebas dari sanksi FIFA. Bagi Luis Milla, masalahnya bukan tentang hal itu saja.

“Ketika saya gabung Indonesia, mereka sudah lama tak bertanding karena sanksi FIFA,” tuturnya.

“Ada tiga masalah utama yakni pelatih, fasilitas, dan menjalankan kompetisi yang bagus karena pemain harus berkompetisi dengan baik,” ucapnya.

Pada Oktober 2018, ia mengumumkan tak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia. Banyak spekulasi yang berkembang tentang penghentiannya, salah satunya soal gaji besar.

Di luar hal itu, Luis Milla gagal mempersembahkan prestasi bagi Timnas Indonesia. Tim asuhannya hanya mendapat medali perunggu SEA Games 2017.

Selain itu, ia juga gagal mengantar Timnas Indonesia U-23 ke semifinal Asian Games 2018. Padahal PSSI menargetkan tim lolos ke semifinal dengan status mereka sebagai tuan rumah.

 

 

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top