Pandemi Corona Ancam Liga 1, PSSI Rencanakan Kompetisi Khusus

Waktumain88.com – Pandemi Corona Ancam Liga 1, PSSI Rencanakan Kompetisi Khusus -PSSI menyiapkan sejumlah opsi menyusul penyetopan Shopee Liga 1 dan Liga 2 imbas pandemi virus Corona. Salah satunya, membuat kompetisi khusus pengganti di September nanti.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di sela-sela RDPU Komisi X DPR RI, pada Rabu (8/4/2020), melalui aplikasi Zoom. Dia menyikapi pertanyaan salah satu anggota Komisi X terkait langkah yang diambil PSSI seandainya wabah terus berkelanjutan.

“Kami sudah keluarkan Surat Keputusan terkait penyetopan Liga 1 dan 2. Di surat itu, kami sampaikan jika COVID-19 berhenti sebelum 29 Mei, maka Liga akan dimulai kembali 1 Juli. Masih ada waktu enam bulan untuk menyelesaikan liga,” kata pria yang karib disapa Iwan Bule ini.

Dia juga telah menyiapkan opsi lain seandainya pemerintah belum mencabut status darurat pandemi, maka dengan terpaksa liga ditiadakan.

“Kami tidak bisa melanjutkan pertandingan-pertandingan karena waktunya tidak memungkinkan untuk menyelesaikan Liga 1 dan 2. Hal ini sudah kami komunikasikan dengan beberapa pemilik klub Liga. Kami tidak berani jika pemerintah belum mengizinkan berkaitan dengan pencabutan COVID-19 ini,” dia menjelaskan.

“Kami juga menyiapkan opsi lain apabila September nanti selesai (virus corona), kami akan minta izin kepada pemerintah untuk mengadakan kompetisi khusus. Seperti Liga Indonesia atau lain sebagainya untuk penamaannya,” lanjut Iwan Bule.

“Itu pun akan kami lakukan dengan komunikasi dengan beberapa klub yang ada. Dengan begitu bisa mengisi kekosongan sisa waktu sampai akhir tahun,” ujarnya.

Sementara  FIFA menunda kedatangannya ke Indonesia lantaran COVID-19, PSSI mengirim berkas kesiapan stadion calon venue Piala Dunia U-20 2021.

Pengiriman berkas langsung ke FIFA mengenai kesiapan stadion calon venue Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia merupakan salah satu cara yang dilakukan PSSI menanggapi batalnya kunjungan FIFA.

Sejatinya pada bulan Maret 2020, perwakilan dari FIFA dijadwalkan ke Indonesia untuk mengecek secara langsung kesiapan stadion.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, FIFA berencana untuk menentukan kepastian 6 kota yang akan menyelenggarakan Piala Dunia U-20 2021.

Sebelumnya PSSI telah mencalonkan 10 kota yang diproyeksikan menjadi tuan rumah.

Kota-kota tersebut adalah Bandung, Solo, Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Kota Bekasi, Palembang, dan Pekan Baru.

Dilansir dari laman resmi PSSI, kepastian ditundanya kedatangan FIFA diutarakan langsung oleh Ketua Umum Mochamad Iriawan.

“Kedatangan FIFA juga mengalami penundaan, namun kami tetap mengirimkan berkas-berkas kesiapan stadion yang sudah kami kunjungi sebagai calon venue Piala Dunia U-20 2021,” kata Iriawan.

Lebih lanjut lagi, PSSI pun memaklumi keputusan yang telah diambil oleh FIFA.

Pasalnya di tengah COVID-19 yang terjadi, kesehatan semua orang adalah hal yang harus diutamakan untuk saat ini.

Selain itu pandemi virus corona juga mengganggu proses renovasi stadion calon venue Piala Dunia U-20 2021.

“Kita juga memaklumi, pada kondisi saat ini, pemerintah pun masih belum bisa melakukan pembangunan, renovasi, maupun rehabilitasi stadion,” jelas Iriawan.

Hal tersebut disampaikan Irawan ketika sedang melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI.

Untuk menghindari kontak langsung, RDPU dilakukan secara virtual melalui apllikasi video conference pada Rabu (8/4/2020).

Dalam rapat tersebut Iriawan tak sendiri. Dia ditemani oleh Sekjen PBSI, Achmad Budiharto; Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti; Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Djoko Pramono; pebulu tangkis Kevin Sanjaya, serta lifter Eko Yuli Irawan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top