Pandemi Corona, Bagamana Status Piala Dunia U-21 2021 Di Indonesia ?

Waktumain88.com – Pandemi Corona, Bagamana Status Piala Dunia U-21 2021 Di Indonesia ? – Piala Dunia U-20 2021 rencananya akan berlangsung di Indonesia tahun depan. Tapi, karena wabah virus Corona ini segalanya terancam runyam.

Pasalnya, Indonesia tak hanya jadi penonton saja di edisi tahun depan. Tapi, timnas kita bakal turun gelanggang dan hebatnya lagi penjadi tuan rumah ajang bergensi itu.

Tapi saat ini persiapan PSSI, selaku penanggung jawab penyelenggaraan, mengalami hambatan. Tahapan untuk menyiapkan fasilitas dan hal-hal lainnya terganggu.

Agenda FIFA untuk memantau langsung kesiapan Indonesia pada bulan ini pun harus dibatalkan. Bahkan, bisa dibilang keberlangsungan Piala Dunia U-20 2021 masih menggantung.

“Hingga saat ini, FIFA belum menentukan apakah menunda atau tetap melaksanakan Piala Dunia U-20 pada tahun 2021. Kami akan menunggu perkembangannya serta arahan dari FIFA dan pemerintah,” kata Mochamad Iriawan, Ketua Umum PSSI di situs resmi PSSI.

“Karena memang, kalau nanti pandemi virus corona sampai September 2020, sehingga mungkin otomatis pembangunan serta renovasi stadion-stadion yang memenuhi standart FIFA belum bisa dilakukan. Ini menjadi bahan pertimbangan kami nanti,” tuturnya melanjutkan.

Iriawan saat ini hanya bisa berharap pandemi virus Corona segera tuntas.

“Semoga pandemi virus corona segera berakhir dan PSSI bersama pemerintah dapat segera melaksanakan berbagai persiapan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Kami juga telah mengirimkan dokumen semua stadion yang sudah kita cek ke FIFA, nantinya hanya enam stadion yang terpilih sebagai venue Piala Dunia U-20 2021,” kata Iriawan lagi

Sementara Wakil Ketua PSSI, Cucu Somantri mengatakan bahwa pihaknya akan kembali mendiskusikan pemotongan gaji pemain dalam waktu dekat. Sebelumnya, PSSI telah mempersilakan setiap klub untuk membayar gaji para pemainnya maksimal 25 persen khusus rentang waktu Maret-Juni 2020.

“Nanti akan kami undang untuk membicarakannya bersama,” ujar Cucu dinukil dari Antara.

Menurut purnawirawan TNI berpangkat akhir Mayor Jenderal itu, tidak mudah untuk menggelar diskusi di tengah wabah virus corona. Belum lagi, berkumpul dengan banyak orang dalam satu tempat juga tidak dibenarkan.

Hanya saja, Cucu berjanji akan menuntaskan polemik pemotongan gaji ini dengan baik. “Saya rasa pemain pun menyadari kesulitan klub saat ini,” jelas Cucu.

Sebelumnya, PSSI mengedarkan surat berisi enam keputusan penting tentang ‘Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Musim 2020 Dalam Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Virus Corona’ pada 27 Maret 2020. Satu di antara isi suratnya adalah memperbolehkan klub memotong hak-hak skuatnya hingga 75 persen untuk Maret, April, Mei, dan Juni 2020.

FIFpro Mempertanyakan

Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional alias FIFpro telah mengirimkan surat kepada PSSI untuk mempertanyakan kebijakan pembayaran 25 persen gaji pemain.

FIFpro pada surat bertanggal 4 April 2020 yang ditandatangani Direktur Legal Roy Vermeer, meminta penjelasan dari PSSI mengapa keputusan tersebut ditetapkan tanpa berdiskusi dengan asosiasi pemain di negaranya masing-masing. Padahal, perkumpulan pemain di Indonesia memiliki Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI).

FIFpro meminta PSSI untuk berkoordinasi dengan APPI sebelum memutuskan pemotongan gaji pemain. Menanggapi itu, Cucu berkilah komunikasi kedua belah pihak terbatas akibat wabah virus corona.

“Itu masalah komunikasi saja. Dalam situasi sekarang, komunikasi terbatas,” jelas Cucu.

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top