Liga 1

Soal Penundaan Liga 1, Trio Klub Jatim Satu Suara

Waktumain88.com – Soal Penundaan Liga 1, Trio Klub Jatim Satu Suara –  Trio klub asal Jawa Timur sepakat menanggapi penundaan kompetisi Liga 1 2020 hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Tim tim ini adalah Persebaya Surabaya, Madura United dan Arema FC.

Keputusan penundaan kompetisi ini dibuat PSSI setelah setelah melihat pandemi virus Corona atau Covid-19 yang semakin luas.

Keputusan ini dibuat tertuang pada surat dengan nomor 48/skep//III/2020 tentang Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 Dalam Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Virus Corona.

Keputusan yang diambil Jumat (27/3/2020) malam ini mempertimbangkan Exco PSSI, PT LIB, dan klub Liga 1 serta Liga 2.

Dalam surat itu pula, PSSI menyampaikan, pada bulan Maret hingga Juni 2020 ditetapkan sebagai ‘Force Majeure’ atau keadaan kahar, kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan sehingga suatu kegiatan tidak dapat dilaksanakan atau tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Atas keputusan itu pula, PSSI meminta kontestan Liga 1 dan 2 diperbolehkan melakukan perubahan kontrak kerja yang telah disepakati dengan pemain atau ofisial, atas kewajiban membayar gaji 25 persen dari nilai kontrak yang sudah disepakati.

Terakhir, jika pemerintah memperpanjang status darurat bencana corona hingga lebih dari 29 Mei, maka kompetisi akan dihentikan.

Menanggapi hal ini, Manajer Persebaya Surabaya Candra Wahyudi memastikan pihaknya mematuhi keputusan PSSI terkait penundaan kompetisi Liga 1 dan 2 2020 hingga 29 Mei 2020.

“Persebaya akan mematuhi keputusan PSSI,” terang Candra Wahyudi, Jumat (27/3/2020).

“Ini situasi yang tidak diinginkan semua stake holder sepak bola di Indonesia, baik klub, pemain, pelatih, dan ofisial. Semua pihak harus memahami dan menerima,” tambah manajer asal Bojonegoro itu.

Madura United

Senada dengan Candra, Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Ziaul Haq, juga menyatakan kesediaan Madura United dalam mematuhi keputusan PSSI.

Menurut Ziaul, pihaknya tidak memiliki alasan untuk menolak penundaan kompetisi karena bersangkutan dengan situasi darurat.

“Madura United akan ikut saran maupun kebijakan dari PT LIB tentang penundaan kompetisi Liga 1. Semua pihak harus sama-sama memahami bahwa situasi saat ini adalah force majeure,” kata Ziaul Haq.

“Hal-hal yang menjadi kewajiban sebagaimana petikan surat dari PSSI tentunya bukan hal perlu diperdebatkan, di tengah situasi saat ini,” tuturnya menambahkan.

Arema FC

General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo, juga memiliki tanggapan yang tidak berbeda dari Persebaya dan Madura United.

Menurut Ruddy, pihak manajemen Singo Edan siap berkooperatif dengan keputusan PSSI dalam upaya menghadapi virus corona.

Sebab, dikatakan oleh Ruddy lagi, persoalan virus corona adalah masalah yang harus dilawan oleh seluruh dunia.

“Arema FC loyal dengan apapun yang diputuskan oleh PSSI dan PT LIB, ini masalah seluruh dunia, tidak hanya Indonesia,” kata Ruddy Widodo dikutip Bolasport.com dari Kompas.

“Tetapi, kami optimis badai pasti berlalu,” ucapnya menandaskan.

 

 

Ini 4 Usulan Keputusan Hasil Rapat 10 Klub Akan Kelanjutan Liga 1

Waktumain88.com –  Ini 4 Usulan Keputusan Hasil Rapat 10 Klub Akan Kelanjutan Liga 1  – Sebanyak 10 klub Liga 1 2020 menggelar rapat untuk memastikan kelanjutan kompetisi musim ini yang tertunda karena pandemi korona. Hasil rapat tersebut menghasilkan empat poin yang menjadi masukan untuk PT Liga Indonesia Baru (LIB).

10 klub yang mengikuti rapat tersebut yakni Madura United, Persib Bandung, Arema FC, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, Persija Jakarta, Persita Tangerang, Persiraja Banda Aceh, PSM Makassar, dan Barito Putera.

Salah satu poin yang disepakati 10 klub tersebut adalah melanjutkan kompetisi Liga 1 setelah Hari Raya Idul Fitri. Keputusan itu diambil berdasarkan maklumat masa tanggap bencana korona yang ditentukan hingga 29 Mei.

Poin lain yang disepakati dalam rapat daring itu adalah tiap klub meminta perlindungan PSSI dan LIB dari tuntutan dan gugatan pihak ketiga. Pasalnya penundaan kompetisi membuat klub mengalami kerugian finansial cukup besar.halaman 2 dari 2

Berikut hasil rapat daring 10 klub peserta Liga 1 2020:

1. Merujuk surat BNPB no. 13/2020 maka kemungkinan kompetisi bisa kick-off pada pekan pertama bulan Juni, sehingga bagi klub yang sudah menandatangani kontrak bisnis dengan para pihak untuk memastikan bahwa status gaji pemain, pelatih, dan official team dapat dibayar maksimal 25 persen sejak bulan Maret sampai dengan kick-off.

2. Apabila pemerintah menyatakan lockdown total atau bencana nasional, maka secara otomatis semua kontrak bisnis dengan para pihak batal demi hukum. Sehingga klub dibebaskan dari kewajiban yang tertera dalam kontrak, termasuk dengan pemain, pelatih, official team, serta sponsor.

3. Terhadap subsidi kepada klub seperti yang sudah ditetapkan sebelumnya agar tetap dibayarkan untuk bagian bulan Maret 2020.

4. PSSI melalui komite legal melakukan langkah-langkah konkret dengan menginisiasi keputusan yang dapat melindungi klub dari tuntutan atau gugatan para pihak yang dapat merugikan.

 

Jadwal Liga 1 Indonesia Terbaru : Ini Keputusan PSSI Soal Lanjutan Kompetisi Liga 1

Waktumain88.com –  Jadwal Liga 1 Indonesia Terbaru : Ini Keputusan PSSI Soal Lanjutan Kompetisi Liga 1 – PSSI sebagai Induk Sepakbola Indonesia akhirnya mengeluarkan keputusan lanjutan terkait penghentian sementara kompetisi Liga 1 dan Liga 2 menyusul masih mengancamnya wabah virus corona. Dalam surat tertanggal 18 Maret 2020 kepada PT Liga Indonesi Baru (LIB), pencabutan atas penghentian akan dilakukan lebih lanjut dengan melihat perkembangan lebih lanjut.

Sebelum ini, PSSI cuma mengeluarkan keputusan menghentikan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 selama dua pekan, terhitung sejak 14 Maret 2020. Namun, karena pemerintah Republik Indonesia mengambil tindakan dengan menghentikan sementara kegiatan perkantoran, PSSI pun mengikutinya.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus corona di Indonesia. Segala bentuk izin keramaian pun sudah pasti akan sulit didapatkan oleh klub-klub yang mendapat giliran jadi tuan rumah.

Madura United memberi tanggapan mengenai keputusan PSSI menghentikan kompetisi sampai jangka waktu yang tak ditentukan. Achsanul Qosasi selaku Presiden klub memberi dukungan penuh.

“Setuju saja. Yang pasti liburkan saja semua kegiatan sepakbola, karena semua kegiatan kantor juga sudah dihentikan sementara,” ujar Achsanul ketika dihubungi melalui pesan singkat, Minggu 22 Maret 2020.

Achsanul menambah rujukan, yakni keputusan dari Ketua Gugus Tugas Pencegahan Penularan Virus Corona, Doni Monardo. Beberapa hari lalu, Doni yang juga menjabat sebagai Kepala BNPB itu menyampaikan Kejadian Luar Biasa (KLB) diperpanjang hingga 29 Mei 2020.

“Ketua Gugus Tugas sudah menyampaikan, KLB sampai dengan 29 Mei. Ikuti saja saran pemerintah,” imbuh Achsanul.

Jika masa penghentian Liga 1 ditambah, tentu akan berdampak kepada pengeluaran klub. Achsanul menekankan pentingnya PSSI untuk juga memperhatikan masalah yang akan diterima klub nanti.

“Tentang biaya klub yang ditanggung selama libur, sebaiknya seragam dan diputuskan PSSI. Yang pasti durasi kontrak tidak berubah, dan pemain menerima kontrak penuh walau tertunda,” tuturnya.

 

Scroll to top