Turnamen Pengganti Kompetisi Liga 1 Adalah Solusi Tepat

Waktumain88.com – Turnamen Pengganti Kompetisi Liga 1 Adalah Solusi Tepat – Wacana PSSI menggulirkan turnamen pengganti kompetisi Liga 1 mendapat respon positif dari berbagai pihak. Termasuk PSS Sleman yang menilai ajang pengganti itu sebagai solusi atas vakumnya liga akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Hempri Suyatna, memaparkan pihaknya menyambut positif rencana tersebut. Terlebih lagi belum ada kepastian kapan kompetisi resmi kembali bergulir, mengingat penyebaran virus Corona masih terjadi.

“Turnamen (pengganti) bisa menjadi solusi. Tentunya kami ikut kebijakan PSSI seperti apa, termasuk kompetisi nanti tidak bisa dilanjutkan,” kata Hempri, Kamis (24/04/20).

Kondisi pandemi Corona memunculkan skenario terburuk yakni berhentinya kompetisi untuk musim 2020. Meski demikian, Hempri menyebut turnamen juga atas pertimbangan hajat hidup banyak orang.

“Memang perlu ada semacam kegiatan sepak bola. Sebuah pertandingan tidak hanya kepentingan pelatih dan pemain saja. Akan tetapi juga pelaku-pelaku ekonomi seperti pedagang asongan, jersey dan lainnya,” ujar dia.

Namun, Hempri berharap bergulirnya lanjutan kompetisi atau turnamen pengganti menunggu situasi kondusif terlebih dulu. Terlebih, dampak dari wabah virus Corona dirasakan berbagai lapisan masyarakat.

“Terpenting adalah wabah ini cepat selesai dulu. Setelah itu baru sepak bola kita dilanjutkan,” tegas Hempri.

Sementara nasib miris harus dialami oleh Juandi Hidayatulloh. Bagaimana tidak, honor dari menjadi wasit final Liga 1 Putri 2019 belum ia terima.

Juandi menegaskan hingga saat ini ia belum menerima honor meski ia sudah menanyakan ke PSSI kejelasan mengenai haknya tersebut. Juandi sendiri memimpin laga final leg pertama Liga 1 Putri antara Persib Bandung vs Tira Persikabo di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (22/12/19). Duel yang berakhir 3-0 untuk keunggulan Persib.

Tak hanya sampai di situ, honor lainnya saat bertugas di Liga 3 musim lalu juga belum dia dapat. Namun pembayaran untuk memimpin pertandingan di Liga 2 musim ini justru sudah dia terima.

“Jujur tidak ada pemasukan sama sekali (di situasi seperti ini). Masih ada beberapa match yang belum cair honornya. Saya berharap sekali itu segera cair. Kalo Liga 2 sudah cair, yang belum cair itu honor Liga 3 2019 dan final Liga 1 putri 2019,” kata Juandi.

“Teman wasit yang di daerah-daerah banyak menanyakan soal honor wasit yang belum dibayar hingga saat ini. Sudah kami tanyakan ke pihak terkait di PSSI, katanya sudah diajukan tapi belum ditanda tangan jawabannya. Terakhir kami menanyakannya waktu pembagian baju wasit untuk Liga 2 awal maret lalu,” sambungnya.

“Rinciannya Liga 3 empat match, Liga 1 putri satu match dan 3 kali saya ditugasi sebagai wasit cadangan honornya Rp1,5 juta. Satu kali final Liga 3 honor Rp 3 juta dan honor final Liga 1 putri tidak tahu karena baru sekali bertugas dan langsung di final. Saya berharap honor bisa cair di saat situasi seperti ini,” tutup Juandi.

Di sisi lain, berhentinya kompetisi sepak bola Indonesia karena pandemi corona memang menjadi ujian tersendiri bagi para wasit. Tak ada laga membuat mereka kehilangan pendapatan.

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top